Wednesday, 12 December 2018
Masuk
Kilas Berita :

BBWS Citarum Raih Juara II Wilayah Barat Tahun 2017 dalam “PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI PENGELOLA SUMBER DAYA AIR WILAYAH SUNGAI (RBO PerformanceBenchmarking)”

rbo.ok4

Pattimura, Jakarta. Pada tanggal 4 Desember 2017 bertepatan dengan Perayaan Harbak PU ke 72 tahun, BBWS Citarum Raih Juara II Wilayah Barat Tahun 2017 dalam “PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI PENGELOLA SUMBER  DAYA  AIR WILAYAH  SUNGAI (RBO Performance Benchmarking)”

rbo.ok5

rbo.ok7 rbo.ok6.

River Basin Organization – Performance Benchmarking merupakan indikator keberhasilan suatu lembaga pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang telah menjalankan pengelolaan sumber daya air secara terpadu sesuai dengan 15 indikator RBO – PB.

BBWS Citarum yang merupakan River Basin Organization (RBO) adalah ujung tombak dalam pengelolaan SDA di Wilayah Sungai Citarum yang langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat harus mengubah “mind set” dari orientasi pembangunan ke orientasi pelayanan dan berupaya kinerjanya berbasis hasil (output). Untuk mengukur kinerja RBO (BBWS Citarum), Direktorat Jenderal SDA, Kementerian PUPR menggunakan alat/tool River Basin Organization-Performance Benchmarking (RBO-PB).

Pada tahun 2016 BBWS Citarum telah melakukan self assessment untuk menilai langsung lembaga sesuai dengan 15 indikator RBO yang telah dilakukan peer riview oleh tim River Basin Organization – Performance Benchmarking oleh pusat.Hasil yang di dapat oleh Balai Besar Wilayah Sungai Citarum adalah 43,5 dari 60 (Nilai Maximal).

rbo.ok2

BBWS Citarum Telah Melakukan RBO – PB yang Tertuang dalam SK Kepala Balai No 35/KPTS/BBWSC-XI/2016 tentang pembentukan Tim Kerja Self Assesment di lingkungan balai besar wilayah sungai citarum, yang di fasilitasi oleh Satker OP BBWS Citarum, RBO di bbws citarum juga tertuang dalam renstra

Latar belakang dilakukannya RBO/River Basin Organisation di lingkungan balai adalah :

  • Sumber Daya Air (SDA) adalah sumber daya yang mengalir (flowing resources) dan semakin kompleksnya pengelolaan SDA di Indonesia,maka pengelolaan SDA harus dilakukan secara menyeluruh dan terpadu atau Integrated Water Resources Management (IWRM).
  • Pengelolaan SDA terpadu berbasis pada wilayah sungai.
  • Perlu dilakukan upaya untuk mengubah “mind set” para pengelola wilayah sungai dari “Project oriented” menjadi “Service oriented”.
  • Oleh karena itu, dalam rangka mewujudkan hal tersebut diatas, salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Penilaian Kinerja Pengelola Wiayah Sungai (River Basin Organization Performance Benchmarking)

rbo.ok3

Penilaian RBO di balai besar wilayah sungai citarum dengan menggunakan 15 indikator baru

  1. Status RBO BBWS/BWS
  2. Tata Kelola Sumber Daya Air
  3. Keterlibatan Pengguna Air
  4. Umpan Balik Pengguna Air
  5. Kondisi Lingkungan
  6. Konservasi Sumber Daya Air
  7. Pengembangan Sumber Daya Manusia
  8. Pengembangan Teknik
  9. Pengembangan RBO
  10. Perencanaan Tata Kelola RBO B/BWS
  11. Pendayagunaan SDA, Alokasi Air, Kekeringan dan Perijinan
  12. Pengendalian Daya Rusak Air
  13. Pengelolaan Sisda
  14. Efisiensi Keuangan
  15. Pemulihan Biaya

 foto rbo.ok

Pengelolaan sumber daya air perlu diwujudkan secara terpadu yang didasarkan pada “one river basin, one integrated plan, one integrated management” yang merupakan satu kesatuan pengelolaan dari hulu, tengah dan hilir. Untuk itu dibutuhkan River Basin Organization (RBO) berupa Unit Pelaksana Teknis (UPT) dalam rangka pengelolaan SDA yang handal dan professional.(adminBBWSC)

BBWS Citarum © 2015