Monday, 20 November 2017
Masuk
Kilas Berita :

ICWRMIP – ADB Loan 2500/2501

Integrated Citarum Resource Management Investment Program (ICWRMIP) ADB Loan 2500/2501

Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS Citarum) berada di Propinsi Jawa Barat yang mencakup area lebih kurang 13.000 km2 yang meliputi wilayah utara Propinsi Jawa Barat dan berbatasan dengan DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Sungai Citarum merupakan wilayah sungai yang startegis karena memberikan suplesi air baku sebesar 80% untuk kepentingan ibukota Jakarta. Pemberian air dilakukan melalui Saluran Induk Tarum Barat yang dibangun pada tahun 1966.

ICWRMIP ICWRMIP2 ICWRMIP3

Dengan perkembangan industry yang pesat dan bertambahnya jumlah penduduk memberikan tekanan yang sangat besar berupa polusi dan ketersediaan air di Saluran Induk Tarum Barat dan bahkan dapat mengakibatkan terjadinya banjir karena tingkat sedimentasi yang sangat tinggi. Selain itu, kebutuhan air baku yang digunakan untuk keperluan air minum di DKI Jakarta memiliki tingkat konsentrasi sedimen yang semakin meningkat. Air yang berasal dari Saluran Induk Tarum Barat bercampur dengan air dari Sungai Bekasi. Tingkat konsentrasi sedimen kedua sungai yang besar mengakibatkan operasi treatment plant untuk air minum mencapai 90%. Hal ini dirasa sangat memberatkan dan perlu adanya jalan keluar untuk mengurangi kadar polusi air baku dari Saluran InduK Tarum Barat.

Oleh karena itu Siphon Bekasi merupakan prioritas utama untuk dibangun terlebih dahulu (dari prioritas lainnya dalam rangka rehabilitasi dan peningkatan Saluran Indusk Tarum Barat) untuk mengurangi polusi yang berasal dari Sungai Bekasi, sehingga air dari Bendungan Jatiluhur yang dialirkan melalui Saluran Induk Tarum Barat menjadi lebih layak (mengurangi tingkat polusi dan sedimentasi yang dihasilkan oleh Sungai Bekasi) untuk dijadikan air baku guna memenuhi keperluan air minum didaerah DKI Jakarta. Dengan dibangunnya Siphon Bekasi diharapkan pemberian air ke DKI Jakarta dapat meningkat sebesar 31.1 m3/detik pada tingkat puncak dari semula 16,4 m3/detik.

Biaya untuk pembangunan Siphon Bekasi berasal dari Loan ADB 2500-INO/2501-INO(SF) yang telah ditandatangani pada tanggal 22 April 2009 dan efektif sejak 3 Juni 2009. Estimasi biaya yang diperlukan untuk pembangunan Siphon Bekasi adalah sebesar Rp. 30 milyar dengan jangka waktu pelaksanaan dalam 856 hari kalender dan akan berakhir pada tahun 2013.

Penyedia jasa dalam pembangunan Siphon Bekasi ini adalah PT. Waskita Karya (Persero), Cabang Jawa Barat, dengan nilai kontrak sebesar Rp. 23.809.869.000,00.

BBWS Citarum © 2015